Anwar Mujahid Adhy

Anwar Mujahid Adhy Trisnanto

Ketua Dewan Pengawas

Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, biasa disapa Adhy, lahir di Semarang, 3 Februari 1949. Dia sering menyebut dirinya sebagai ‘orang iklan’.

Adhy menggeluti dunia periklanan sejak periklanan modern masuk ke Indonesia di akhir dekade 60-an berbarengan dengan kebijakan pintu terbuka bagi modal asing setelah Orde Lama tumbang. Perkenalannya dengan periklanan berawal dari keterlibatannya di radio siaran swasta yang tumbuh di awal Orde Baru.

Tak heran masyarakat periklanan Indonesia mengenalnya sebagai salah tokoh periklanan modern Indonesia. Perusahaan periklanan yang didirikannya di Semarang bersama empat orang mitranya (1973), Supra Advertising, berkibar sebagai salah satu 20 Besar Perusahaan Periklanan Indonesia di sekitar tahun 1980an, dan satu-satunya yang diluar Jakarta.

Sejak itu Adhy tidak pernah lepas dari industri periklanan. Beberapa karyanya antara lain iklan dan event Jamu Jago, Rokok Bentoel Biru, Kopi Tugu Luwak, Pameran Produk Indonesia dalam rangka 50 Tahun Indonesia Merdeka, Bali Safari and Marine Park, Cool Enercy Exhibition, Rebranding Rumah Zakat, Pameran Hari Pers Nasional sejak 2012-2020, destination branding Lombok NTB, Pameran CSR. Pengalaman panjangnya di industri periklanan dituturkannya dalam buku Cerdas Beriklan, Ngobrol Santai Soal MarComm. Dan ditularkannya kepada mahasiswa anak didiknya di berbagai perguruan tinggi Semarang dan Jakarta.

Bersama SPS, Adhy yang aktif di Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I, terakhir sebagai Sekretaris Jenderal) menginisiasi gerakan Nusantara Pariwara ke berbagai penjuru Indonesia pada tahun 2002-2005.

Sebelum diangkat sebagai anggota kemudian dipilih sebagai Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, terakhir Adhy menjadi konsultan pemasaran dan advisor di beberapa perusahaan.

Obsesinya adalah memulihkan marwah RRI dengan melakukan perubahan-perubahan strategis dan menyeluruh agar RRI berhasil menjadi media komunikasi publik yang benar-benar mampu memberi manfaat kepada masyarakat Indonesia dan global.