INI PROFESIONALISME PENYELENGGARA PEMILU KABUPATEN RAJA AMPAT

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupatan Raja Ampat, Papua Barat telah melakukan sosialisasi tahapan pemilu capres dan legislatif hingga ke distrik dan kampung-kampung yang tersebar di banyak pulau di wilayah itu.
Menurut Ketua KPUD Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Steven Eibe, sosialisasi tersebut dilakukan guna meningkatkan partisipasi penduduk setempat agar pemilu mendatang bisa berjalan lancar dan sukses.
“Kami berharap pemilu dapat berlangsung sukses dan aman, dan juga partisipasi warga semakin meningkat. Saat ini kami juga sudah membentuk Relasi (Relawan Demokrasi-red) yang anggotanya adalah warga masyarakat dengan tugas antara lain memberikan sosialisasi kepada penduduk Kabupaten Raja Ampat yang ada di banyak pulau ini”, kata Steven dalam acara dialog interkatif Sosialisasi Cerdsas Memilih “Pemilu Aman Rakyat Sejahtera” yang digelar RRI Sorong di kawasan Pantai Saleo, Wasai, Raja Ampat, Jumat (1/2/2019).
Steven menambahkan, saat ini pihaknya juga sudah menerima lima jenis logistik pemilu dari KPU Pusat diantaranya bilik suara, kotak suara, tinta, dan sampul.
Sedangkan untuk formulir dan kertas suara, kata Steven, akan disalurkan KPU Pusat pada hari-hari menjelang pemilu dilangsungkan pada 17 April 2019 mendatang.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Raja Ampat AKP Bernandus Okoka menjelaskan, pihaknya siap membantu pengamanan distribusi logistik pemilu ke distrik hingga kampung di wilayah itu.
“Kami akan menerjunkan sekitar 385 personil untuk mengawal di 204 TPS yang ada di Raja Ampat, selebihnya personil kami sebar di wilayah-wilayah di pulau terluar wilayah ini”, ungkapnya.
Terkait dengan pengawasan tahapan pemilu, Bawaslu Raja Ampat telah melakukan upaya-upaya pencegahan pelanggaran pemilu dengan sosialisasi ke masyarakat.
Menurut Ketua Bawaslu Raja Ampat Markus Romsowek, pihaknya telah memaksimalkan petugas pengawas di lapangan untuk mengawasi tahapan-tahapan pemilu.
“Raja Ampat ini kan 80 persen terdiri dari pulau-pulau, sehingga kami berupaya agar para petugas pengawas bisa menyasar ke wilayah tersebut. Kami sebetulnya juga mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan ini”, terangnya.
Dikatakan, Bawaslu Raja Ampat lebih mengutamakan pencegahan daripada penindakan pelanggaran pemilu, misalnya pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) harus sesuai dengan peraturan KPU dan Peraturan Bawaslu Nomor 17 tahun 2018 yang tidak boleh dilakukan pada fasilitas pemerintah.
Komandan Kodim (Dandim) 1805 Kabupaten Raja Ampat Letkol Inf. Yosep Paulus Kaiba yang juga menjadi narasumber dalam acara dialog tersebut menjelaskan,
sebagai lapis ke dua dalam pengamanan pemilu pihaknya telah melakukan gelar latihan dan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam tahapan pemilu. Tidak hanya itu, persiapan personil juga sudah disinergikan dengan jajaran Polres Raja Ampat untuk pengamanan distribusi logisktik hingga proses pemilu mendatang.
Dandim juga menegaskan, selain TNI dan Polri, pengamanan dan kontrol tahapan pemilu dapat dilakukan masyarakat dan media.
“Saya pikir selain kami (TNI-red), jajaran kepolisian dan masyarakat, maka peran media seperti RRI ini menjadi penting sebagai media yang mengontrol tahapan hingga pelaksanaan pemilu”, katanya.
Menanggapi peran media tersebut, Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Hasto Kuncoro menjelaskan, RRI telah gencar melakukan siaran-siaran terkait dengan pemilu di berbagai wilayah di Indonesia.
“Seluruh Satuan Kerja RRI di berbagai daerah juga menggelar acara seperti ini. Kami ingin berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi milenial terkait dengan pendidikan politik dan demokrasi. Kalau proses mencoblosnya tidak usah dikasih tahu sudah bisa, tinggal buka kertas suara lalu coblos”’ terangnya.
Menurut Hasto dari keseluruhan tahapan pemilu tersebut yang tidak kalah penting adalah siapa yang akan dicoblos itu. Jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung, tidak tahu siapa profilnya asal dicoblos saja.
“Ada proses demokrasi yang dilakukan setiap 5 tahun sekali, yakni pemilu. Nah, kami selalu menyarankan kepada masyarakat agar wakil kita benar-benar sesuai dengan aspirasi kita maka kenali rekam jejaknya, visi dan misinya serta catat janjinya. Di sinilah media harus bisa menjadi semacam watchdog”, sambung Hasto.
Tidak hanya itu, Hasto Kuncoro juga mengapresiasi kesiapan dan profesionalitas penyelenggara pemilu di Kabupaten Raja Ampat. Di tempat terpencil yang jauh dari pusat kekuasaan namun seluruh perangkat penyelenggara pemilu mampu bekerja dengan optimal.
Acara dialog interaktif yang digelar di tepi Pantai Saleo, Wasai, Raja Ampat tersebut juga dihadiri kalangan masyarakat, komisioner KPUD dan Bawaslu setempat, jajaran Kodim dan Polres Raja Ampat. (red-bbd)