PENUTUPAN WORKSHOP MEDSOS RRI 30/10/2018

Anggota Dewas Hasto Kuncoro memberikan apresiasi atas adanya workshop medsos RRI yang diselenggarakan oleh Direktorat Program Produksi [29-30 Oktober 2018]. Menurutnya Workshop medsos sangat strategis untuk memperkuat kelembagaan RRI yang dikelola oleh tenaga yang sesuai kapasistasnya, yaitu pegawai RRI yang idealis mempunyai pemikiran kenegarawan dan independen. Hasto menegaskan ke depan perlu diselenggarakan workshop medsos secara nasional yang lebih representatif.

Hasto mengatakan pengelola medsos juga harus mengetahui bahwa tahun ini merupakan tahun yang tidak menyenangkan bagi RRI. “Pasalnya Meneteri Kominfo pernah mengatakan bahwa RRI akan menjadi BLU. Sementara DPR lagi merancang RRU tentang RTRI agar kelembagaan semakin kuat. Kalau RRI di bawah kementerian maka mematikan demokrasi penyiaran karena akan dikendalikan oleh pemangku kepentingan. RRI harus netral dan independen”.

Menyinggung tentang kertas posisi Dewas, Hasto menegaskan sikap RRI terhadap BLU, menolak BLU, dan menolak Lembaga Penyiaran Khusus. Dalam kontek migrasi frekuensi analog ke digital, Hasto menegaskan tentang pentingnya ditegakkan single muks sesuai dengan pasal 33 UU’45, pentingnya upaya antisipasi penguatan LPP agar lebih kuat yaitu idependensi kelembagaan dan idendepensi konten.

Workshop Medsos RRI secara resmi ditutup oleh Direkrtur Program Produksi Soleman Yusuf 30/10/2018. Soleman Yusuf menegaskan enam hal yang akan dilakukan oleh peserta workshop medsos:

  1. Mainkan program ini agar branding RRI semakin kuat;
  2. Dibuat aturan atau regulasi yang mengikat;
  3. Menjadi agen memainkan medsos secara benar;
  4. Sikap dalam penguatan kelembagaan [posisioning jangan bergeser
  5. Pengelolaan medsos dikomandoi oleh Direktorat Program Produksi dengan tidak membatasi kreatifitas pengelola medsos; dan
  6. Pengelola medsos harus bisa membedakan hal yang perlu di medsos RRI dan medsos pribadi.